Perlu Sinergi Kembangkan Geowisata

82mag plas

KEBUMEN – Kekayaan geologi yang dimiliki Kebumen merupakan aset wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Akan tetapi pengembangan tersebut memerlukan sinergi semua pihak. Selain tetap harus mengedepankan aspek konservasi dan keterlibatan masyarakat lokal.

Demikian kesimpulan dalam diskusi dan bedah buku yang diadakan oleh Forum Diskusi Ayo Urip bekerjasama dengan Laboratorium Geologi LIPI Karangsambung, baru-baru ini.

Diskusi diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas anggota forum, LIPI, komunitas pecinta alam, pegiat masyarakat dan unsur pemerintahan desa.

Kepala UPT Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI Karangsambung Edi Hidayat berharap acara semacam itu menjadi ajang peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan geologi Kebumen sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi geologi.

”Laboratorium Geologi Karangsambung sangat membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan wawasan kebumian masyarakat,” ujar Edi Hidayat.

Kegiatan diskusi diisi dengan pembahasan buku ”Panduan Geowisata” yang ditulis oleh peneliti LIPPI Chusni Anshori beserta tim.

Buku ini merangkum penelitian Chusni dan timnya terhadap berbagai fenomena geologi di Rangkaian Pegunungan Serayu Selatan dan Pantai Selatan Jawa.

”Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu panduan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kebumen. Apalagi saat ini Pemkab Kebumen tengah menggodok rencana Geopark di wilayah Karangsambung dan area pantai selatan,” ujarnya.

Siap Dukung

Kepala Desa Seboro, Teguh Tri Marwanto yang menjadi salah satu peserta diskus memaparkan berbagai potensi geologis di desanya yang juga banyak dibahas dalam buku tulisan Chusni. ”Desa kami secara geologis diistilahkan sebagai desa dasar samudera.

Karena itu masyarakat desa kami sangat siap dan mendukung pengembangan geowisata di Kebumen,” ujar Teguh.

Koordinator Forum Diskusi Ayo Urip Ahmad Murtajib mengungkapkan bahwa forum yang sudah berjalan lebih dari satu tahun tersebut berawal dari diskusi-diskusi di dunia maya.

Dalam perkembangannya kemudian dilakukan diskusi langsung yang secara reguler dengan mengambil topik-topik strategis bagi pengembangan masyarakat Kebumen.

Anggota Forum Ayo Urip berasal dari berbagai latar belakang. Hal ini membuat suasana diskusi menjadi lebih hidup, terbuka dan demokratis.

Di forum ini disepakati menciptakan suasana demokratis namun dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap kebhinekaan. ”Tujuan kami adalah saling berbagi wawasan untuk mendapatkan simpul-simpul pemikiran yang bermanfaat bagi Kebumen,” ujarnya.

Dia berharap gagasan dan saran yang didapatkan dalam diskusi dapat mewarnai aktivitas masing-masing peserta forum dan tidak tertutup juga menjadi rekomendasi bagi pihak terkait di luar forum.

Anggota forum yang lain, Eko Wahyudi menegaskan komitmen Forum Ayo Urip, yakni tidak sekadar berdiskusi namun juga secara pribadi maupun kelompok ikut memberi sumbangsih bagi kemajuan Kebumen. (J19-40)

Sumber : suaramerdeka.com

Foto : Sorot Kebumen