Promosi Geopark oleh Mahasiswa Internasional dari 12 Negara

2

Kebumen – Rabu, 17 Juli 2019. UNPAD Summer Program 2019 diadakan pada tanggal 10 – 23 Juli 2019 di Kampus Jatinangor UNPAD, Kebumen, Pangandaran, Bandung dan Cirendeu. Tema kegiatan yang diangkat adalah “Empowering Integrated Culture and Art for Tourism via Digital Economy 4.0”. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa internasional dari luar negeri, mahasiswa lokal dan internasional UNPAD. 53 orang peserta berasal dari 12 negara; Thailand, Singapore, Philippines, Vietnam, China, Indonesia, Myanmar, Afghanistan, Saudi Arabia, Hungary, Spain dan Tunis. Fokus dari kegiatan ini adalah kawasan wisata Pangandaran, geopark Karangsambung-Karangbolong Kebumen dan geopark Pongkor.

Untuk kegiatan “UNPAD Summer Program 2019” di wilayah Kebumen sendiri berlangsung pada tanggal 15 dan 16 Juli 2019. Hari pertama dimulai dengan kunjungan geosite museum geologi Melange dilanjutkan sesi kelas di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK – LIPI). Kemudian mengunjungi geosite Pentulu Indah Karangsambung dan di embung Selo Asri peserta disuguhi tari tradisional “Lengger” dengan iringan gamelan. Dan dilanjutkan ke geosite pemandian air panas Krakal. Hari berikutnya peserta dijadwalkan untuk mengenal seni kerajinan lokal di Dekranasda Kebumen dan kerajinan “Anyaman” Karanganyar, terakhir kunjungan ke geosite goa Jatijajar dan goa Petruk.

1

Peserta “UNPAD Summer Program 2019” diberi pemahaman hubungan antara geopark dan BIKK – LIPI Karangsambung. Khususnya geopark nasional Karangsambung-Karangbolong tidak bisa dipisahkan dengan kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung (CAGK) yang dikelola oleh BIKK – LIPI. Sehingga BIKK – LIPI berperan dalam membentuk embrio geopark Kebumen. Tugas dan fungsi BIKK – LIPI untuk riset, konservasi dan penyebaran informasi ilmu kebumian sangat berperan dalam pengembangan geopark. Salah satu wujud nyata keberadaan BIKK – LIPI selama ini adalah membantu mengedukasi masyarakat Kebumen dan sekitarnya dengan memberikan informasi kebumian dan khususnya mengenai geopark secara utuh.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi ide-ide dari peserta tentang cara meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di Pangandaran, Kebumen, wilayah Bandung dan Pongkor. Sekaligus mempromosikan dan mengenalkan pariwisata, budaya dan seni daerah tersebut melalui media sosial ke negara masing-masing. Peserta diarahkan untuk mengembangkan situs web, blog, dan rencana bisnis di berbagai bidang di Pangandaran, Kebumen, dan Pongkor menurut perspektif masing-masing peserta.

4

Dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, peserta summer program akan diarahkan untuk membuat proposal tentang cara menggunakan teknologi dalam meningkatkan ekonomi melalui industri pariwisata. Proposal tersebut nantinya akan dipresentasikan para peserta di depan panel juri yang terdiri dari akademisi, praktisi bisnis, dan pakar IT untuk dinilai. Salah satu point penilaian dari prorposal tersebut adalah promosi pariwisata terbaik. (dk)